Tugas Softskill 2 Bahasa Indonesia
Wulan Vembrianingrum
3EA06
17212769
Teori Antrian
Antrian timbul disebabkan oleh
kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas
layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat
layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan
dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian.
Antrian yang panjang sering kali kita lihat di bank saat nasabah mengantri di teller
untuk melakukan transaksi, airport saat para calon penumpang melakukan check
-in, di super market saat para pembeli
antri untuk melakukan pembayaran, di tempat cuci mobil : mobil antri untuk dicuci
dan masih Banyak contoh lainnya.Di sektor jasa, bagi sebagian Orang antri merupakan
hal yang membosankan dan sebagai akibatnya terlalu lama antri, akan menyebabkan
pelanggan kabur. Hal ini merupakan kerugian bagi organisasi tersebut. Untuk mempertahankan
pelanggan, sebuah organisasi selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang
terbaik. Pelayanan yang terbaik tersebut diantaranya adalah memberikan pelayanan
yang cepat sehingga pelanggan tidak dibiarkan menunggu (mengantri) terlalu lama.
Namun demikian, dampak pemberian layanan ang cepat ini akan menimbulkan biaya
bagi organisasi, karena harus menambah fasilitas layanan. Oleh karena itu,
layanan yang cepat akan sangat membantu untuk mempertahankan pelanggan, yang
dalam jangka panjang tentu saja meningkatkan keuntungan perusahaan.
A.
Sejarah Teori Antrian
Sistem antrian atau sering disebut
sebagai waiting line theory diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang
matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang.
Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan
menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya.
Teori antrian dirancang untuk
memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian,
kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang
terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.
B.
Tujuan Antrian
Dalam system antrian ada dua jenis
biaya yang timbul, yaitu biaya karena orang mengantri, dan biaya karena
menambah fasilitas layanan. Biaya yang terjadi karena orang mengantri, antara
lain berupa waktu yang hilang karena menunggu. Sementara biaya menambah
fasilitas layanan berupa penambahan fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja
yang memberi pelayanan.Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk
meminimumkan biaya total, yaitu
1.Biaya langsung
Biaya karena menambah fasilitas layanan
serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan. Contoh pembengkakan biaya
akibat waktu ini adalah pekerja yang di bayar perjam dan diharuskan melayani
sejumlah pelanggan, perusahaan harus membayar pekerja tersebut persatuan waktu.
2.Biaya tidak langsung
Biaya karena mengantri (biaya yang
timbul karena para individu harus menunggu lama untuk dilayani sehingga mungkin
membatalkan niat memakai jasa layanan tersebut. Namun perlu diingat bahwa
perusahaan mungkin tidak bisa membuka fasilitas pelayanan yang besar untuk pelayanan
tertentu karena investasi untuk itu terlalu besar. Di sini optimalisasi antara
waktu dan biaya investasi juga perlu diperhitungkan.
C. Elemen Dasar Dalam Antrian
Model
antrian memerlukan 3 jenis data, yaitu :
1 .
Tingkat kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2
Tingkat pelayanan rata-rata.
3
Jumlah fasilitas pelayanan
Sedangkan elemen-elemen yang membentuk
sistem antrian adalah :
1 Populasi masukan (input)
Yaitu
jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut
jumlah total langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang,
komponen atau kertas kerja yang datang pada system untuk dilayani. Asumsi yang
digunakan untuk input dalam antrian adalah terbatas.
2 Pola Kedatangan (distribusi kedatangan)
Arriver
pattern (pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari
populasi memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi probabilitas
poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling umum bila
kedatangan
didistribusikan secara random. Ini terjadi karena distribusi poisson menggambarkan
jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variable-variabel
random
mempengaruhi tingkat kedatangan. Bila pola kedatangan individuindividu mengikuti
suatu distribusi poisson, maka waktu antar kedatangan atau inter arriver
time(waktu kedatangan setiap individu) adalah random dan mengikuti suatu
distribusi exponential.
3 Disiplin antrian
Disiplin
antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk
menyeleksi
individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani
terlebih dahulu.
Macam-macam
disiplin antrian :
a. First come first served (FCFS)
First
come first served atau First In First Out (FIFO) artinya, lebih dulu datang
(sampai), lebih dulu dilayani (kelua). Misalnya, antrian pada loket pembelian
tiket bioskop.
b. Shortest operating (service)-time (SOT)
Yaitu
antrian yang paling sedikit akan dilayani terlebih dahulu.
c. Last come first served (LCFS)
Last
come first served atau Last In First Out (LIFO) artinya, yang tiba terakhir
yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai
yang sama.
d. Longest operating time (LOT)
Longest
operating time (LOT) kebalikan dari Shortest operating (service)-time (SOT).
Yaitu antrian yang paling banyak akan dilayani terlebih dahulu.
e. Service in random order (SIRO)
Service
in random order artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak
soal siapa yang lebih dulu tiba
f. Emergency first atau critical condition first
artinya,
prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih
tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah,
meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis
tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya
seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain
dalam suatu tempat praktek dokter.
4 Kepanjangan antrian
Kepanjangan
antrian ada yang terbatas dan tidak terbatas. Asumsi untuk kepanjangan antrian
ini yang akan kita gunakan adalah yang terbatas (finite). System antrian yang
menampung jumlah individu-individu yang besar ini mempunyai kapasitas yang
terbatas dan model antrian terbatas harus digunakan untuk manganalisa system
tersebut.
5 Tingkat pelayanan
Waktu
pelayanan (service time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani
individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu palayanan mengikuti
distribusi exponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit / jam) akan
mengikuti distribusi poisson.
6 Keluaran (exit)
Sesudah
individu selesai dilayani, maka ia akan keluar system.
D. SISTEM ANTRIAN
Sistem
antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda dimana teori
antrian sering diterapkan secara luas.
1.
Sistem pelayanan komersial
Contoh
: restoran, cafetaria, toko-toko, salon, dll
2.
Sistem pelayanan bisnis industri.
Contoh
: lini produksi, system material handling, system penggudangan.
3.
Sistem pelayanan transportasi
Contoh
: kereta api, bis, pesawat terbang.
4.
Sistem pelayanan social
Contoh
: kantor tenaga kerja, kantor registrasi SIM dan STNK.
Daftar
Pustaka
Herjanto,
Eddy. ―Manajemen Operasi‖. Edisi ketiga.Grasindo.Jakarta.2006