Sabtu, 28 Maret 2015

Tugas 2 Bahasa Indonesia



Tugas Softskill 2 Bahasa Indonesia
Wulan Vembrianingrum
3EA06
17212769

Teori Antrian
Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Antrian yang panjang sering kali kita lihat di bank saat nasabah mengantri di teller untuk melakukan transaksi, airport saat para calon penumpang melakukan check
-in, di super market saat para pembeli antri untuk melakukan pembayaran, di tempat cuci mobil : mobil antri untuk dicuci dan masih Banyak contoh lainnya.Di sektor jasa, bagi sebagian Orang antri merupakan hal yang membosankan dan sebagai akibatnya terlalu lama antri, akan menyebabkan pelanggan kabur. Hal ini merupakan kerugian bagi organisasi tersebut. Untuk mempertahankan pelanggan, sebuah organisasi selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan yang terbaik tersebut diantaranya adalah memberikan pelayanan yang cepat sehingga pelanggan tidak dibiarkan menunggu (mengantri) terlalu lama. Namun demikian, dampak pemberian layanan ang cepat ini akan menimbulkan biaya bagi organisasi, karena harus menambah fasilitas layanan. Oleh karena itu, layanan yang cepat akan sangat membantu untuk mempertahankan pelanggan, yang dalam jangka panjang tentu saja meningkatkan keuntungan perusahaan.

A.
Sejarah Teori Antrian
Sistem antrian atau sering disebut sebagai waiting line theory diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya.
Teori antrian dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.

B.
Tujuan Antrian
Dalam system antrian ada dua jenis biaya yang timbul, yaitu biaya karena orang mengantri, dan biaya karena menambah fasilitas layanan. Biaya yang terjadi karena orang mengantri, antara lain berupa waktu yang hilang karena menunggu. Sementara biaya menambah fasilitas layanan berupa penambahan fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan.Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk meminimumkan biaya total, yaitu

1.Biaya langsung
Biaya karena menambah fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan. Contoh pembengkakan biaya akibat waktu ini adalah pekerja yang di bayar perjam dan diharuskan melayani sejumlah pelanggan, perusahaan harus membayar pekerja tersebut persatuan waktu.

2.Biaya tidak langsung
Biaya karena mengantri (biaya yang timbul karena para individu harus menunggu lama untuk dilayani sehingga mungkin membatalkan niat memakai jasa layanan tersebut. Namun perlu diingat bahwa perusahaan mungkin tidak bisa membuka fasilitas pelayanan yang besar untuk pelayanan tertentu karena investasi untuk itu terlalu besar. Di sini optimalisasi antara waktu dan biaya investasi juga perlu diperhitungkan.

C. Elemen Dasar Dalam Antrian

Model antrian memerlukan 3 jenis data, yaitu :

1 . Tingkat kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2 Tingkat pelayanan rata-rata.
3 Jumlah fasilitas pelayanan

Sedangkan elemen-elemen yang membentuk sistem antrian adalah :
1 Populasi masukan (input)
Yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang, komponen atau kertas kerja yang datang pada system untuk dilayani. Asumsi yang digunakan untuk input dalam antrian adalah terbatas.

2 Pola Kedatangan (distribusi kedatangan)
Arriver pattern (pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari populasi memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi probabilitas poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling umum bila
kedatangan didistribusikan secara random. Ini terjadi karena distribusi poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variable-variabel
random mempengaruhi tingkat kedatangan. Bila pola kedatangan individuindividu mengikuti suatu distribusi poisson, maka waktu antar kedatangan atau inter arriver time(waktu kedatangan setiap individu) adalah random dan mengikuti suatu distribusi exponential.

3 Disiplin antrian
Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk
menyeleksi individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani
terlebih dahulu.

Macam-macam disiplin antrian :

a. First come first served (FCFS)
First come first served atau First In First Out (FIFO) artinya, lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (kelua). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.

b. Shortest operating (service)-time (SOT)
Yaitu antrian yang paling sedikit akan dilayani terlebih dahulu.

c. Last come first served (LCFS)
Last come first served atau Last In First Out (LIFO) artinya, yang tiba terakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.

d. Longest operating time (LOT)
Longest operating time (LOT) kebalikan dari Shortest operating (service)-time (SOT). Yaitu antrian yang paling banyak akan dilayani terlebih dahulu.

e. Service in random order (SIRO)
Service in random order artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba

f. Emergency first atau critical condition first
artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah, meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter.

4 Kepanjangan antrian
Kepanjangan antrian ada yang terbatas dan tidak terbatas. Asumsi untuk kepanjangan antrian ini yang akan kita gunakan adalah yang terbatas (finite). System antrian yang menampung jumlah individu-individu yang besar ini mempunyai kapasitas yang terbatas dan model antrian terbatas harus digunakan untuk manganalisa system tersebut.

5 Tingkat pelayanan
Waktu pelayanan (service time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu palayanan mengikuti distribusi exponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit / jam) akan mengikuti distribusi poisson.

6 Keluaran (exit)
Sesudah individu selesai dilayani, maka ia akan keluar system.

D. SISTEM ANTRIAN
Sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda dimana teori antrian sering diterapkan secara luas.

1. Sistem pelayanan komersial
Contoh : restoran, cafetaria, toko-toko, salon, dll

2. Sistem pelayanan bisnis industri.
Contoh : lini produksi, system material handling, system penggudangan.

3. Sistem pelayanan transportasi
Contoh : kereta api, bis, pesawat terbang.

4. Sistem pelayanan social
Contoh : kantor tenaga kerja, kantor registrasi SIM dan STNK.



Daftar Pustaka
Herjanto, Eddy. ―Manajemen Operasi‖. Edisi ketiga.Grasindo.Jakarta.2006

Tugas 1 Bahasa Indonesia



Tugas Softskill 1 Bahasa Indonesia
Wulan Vembrianingrum
3EA06
17212769

1.         Jelaskan definisi karya akademik dan berikan contohnya dalam bentuk paragraf
            Karya Akademik merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan atau karangan yang mengetengahkan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjuan dalam bidang tertentu yang disusun secara sistematik. Karya akademik juga dapat dikatakan tulisan yang membahas masalah tertentu berdasarkan pengamatan secara sistematis dan terarah.

            Contoh karya akademik dalam bentuk paragraf :
“Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar.Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.”


2.         Jelaskan perbedaan karya akademik dan non akademik. Berikan contoh masing-masing yang membedakan kedua bentuk karya di atas ?
-    Karya Akademik
Karya Akademik merupakan hasil pemikiran ilmiah seorang ilmuan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya (Dwiloka, 2005;2).
-          Karya non Akademik
Karya Akademik merupakan karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Contoh Karya Akademis dan Non Karya Akademis
Contoh dari Karya Akademis
Contoh karya akademis dapat diambil dari jenis-jenis karya tulis, yang pertama untuk karya akademis contohnya seperti :

1. Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah untuk memenuhi persyaratan mengakhiri studi S-1 dan mencapai gelar sarjana.

2. Tesis
Tesis adalah tulisan ilmiah yang disusun untuk memenuhi persyaratan menempuh ujian S-2 dan mencapai gelar magister.

3. Disertasi
Disertasi adalah tulisan ilmiah yang disusun untuk mencapai derajat akademis doktor (S-3).

4. Makalah
Makalah adalah karya ilmiah yang pembahasanya berdasarka data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.biasanya disusun guna memenuhi tugas-tugas mata kuliah.

5. Proposal penelitian
Proposal penelitain merupakan karya ilmiah yang dibuat sebelum menyusun skripsi, tesis, atau disertasi.

contoh karya tulis non Akademis, diantaranya adalah :

1. Dongeng
merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

2. Cerpen
cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel.

3. Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita.

4. Drama
Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.

5. Roman
Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
3.         Setiap penulis akademik perlu berefleksi tentang pembacanya, yaitu :
            a.         Siapa yang membaca karyanya ?
            Karya Akademik pada umumnya dibaca oleh para pelajar, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian guna melengkapi tugas akhir dan syarat kelulusan. Karya ini biasa dibaca oleh para kalangan mahasiswa tingkat lanjut guna mencari referensi untuk menyusun tugas akhir.
b.         Bagaimana cara mengekspresikan gagasannya ?
            dapat diapresiasikan dengan cara mengapload tulisan akademik tersbut ke blog, atau ke media sosial, baik media cetak dan media internet
c.          Seberapa banyak teks yang perlu ditulis ?
Teks yang digunakan sebaiknya tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak, namun isinya tersebut haruslah jelas, dan padat agar dipahami oleh pembacanya.