Minggu, 18 November 2012

Manusia dan Pandangan Hidup


MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Pandangan hidup manusia dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :
1.       Cita-cita adalah suatu harapan, keinginan, tujuan yang selalu ada di dalam pikiran seseorang.  Cita-cita merupakan pandangan masa depan, pandangan hidup yang akan datang.
2.       Kebajikan atau kebaikan perbuatan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,  perbuatan yang sama dengam moral-moral dan etika. Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan yang baik serta buruk. Suara hati selalu memilih yang baik, karna ia selalu mendesak manusia untuk berbuat kebaikan.  Sebagaimana suara hati setiap pribadi selalu menginginkan yang baik. Sebagai makhluk tuhan manusiapun harus mendengarkan perintah tuhan.
3.       Usaha/perjuangan adalah usaha untuk mewujudkan cita-cita. Perjuangan untuk hidup dan usaha ini sudah menjadi kodrat manusia untuk melanjutkan hidupnya sebagai pandanga hidupnya. Tanpa perjuangan dan usaha manusia tidak dapat hidup sempurna.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walaupun berbeda-beda. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

MANUSIA DAN KEADILAN


Manusia dan Keadilan

          Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut orang maupun benda mati, atau Keadilan merupakan pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri. Menurut  para filsuf :
Menurut filsuf Amerika Serikat ini, yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran"
2. Aristoteles,
Keadilan menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :
- Keadilan distributif atau justitia distributiva; Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan.
- Keadilan kumulatif atau justitia cummulativa; Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak. Keadilan ini terjadi pada lapangan hukum perdata, misalnya dalam perjanjian tukar-menukar.
3. Thomas Aquinas,
- Keadilan umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menururt kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.
-Keadilan khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini debedakan menjadi tiga kelompok yaitu :
1.Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum.
2.Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.
3.Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana. Seseorang dianggap adil apabila ia dipidana badan atau denda sesuai dengan besarnya hukuman yang telah ditentukan atas tindak pidana yang dilakukannya.

Keadilan merupakan hal yang mutlak bagi setiap pribadi Manusia, karena hal demikian merupakan suatu harga mati bagi hidup seorang manusia.

Senin, 29 Oktober 2012

tugas ibd 2 "Manusia dan Penderitaan"



Manusia dan Penderitaan

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain lain.
Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Berbicara tentang penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia.
Penderitaan dapat timbul karena perbuatan manusia itu sendiri, seperti tidak dapat menghargai sesama manusia, dan akhirnya kita dijauhkan oleh lingkungan sekitar dan merasakan penderitaan karna kita merasakan kesendirian.
Ada pula penderitaan yang secara lahiriah seperti sakit hati karena dihina, sedih karena kerabat meninggal, putus asa karena tidak lulus ujian. Atau penyesalan karena tidak melakukan yang diharapkan. Sementara yang lahir-batin dapat muncul dikarenakan penderitaan pada sisi yang satu berdampak pada sisi yang lain atau dengan kata lain penderitaan lahiriah memicu penderitaan batiniah atau sebaliknya.
Suatu permasalahan sederhana yang dibesar-besarkan akan menjadi penderitaan mendalam apabila disikapi secara reaksioner oleh individu. Ada pula masalah yang sangat urgen disepelekan juga dapat berakibat fatal dan menimbulkan kekacauan kemudian terjadi penderitaan.
Dari penderitaan yang bertubi-tubi manusia dapat mengambil hikmah dari pernderitaan tersebut, dapat lebih menghargai pencipta alam, terhadap lingkungan sekitar, dan juga terhadap alam.
Penderitaan merupakan realita hidup, tidak dapat kita pungkiri manusia yang terlihat bahagia ternyata sedang menderita. Tetapi karna adanya penderitaan kita dapat merasakan betapa berharganya hidup dan menghargai satu sama lain.



Sumber            : -http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/04/manusia-dan-penderitaan/
                         -http://arfanart.wordpress.com/2012/06/13/manusia-dan-penderitaan/

Jumat, 26 Oktober 2012

tugas Ibd 2 "manusia dan keindahan"



MANUSIA DAN KEINDAHAN




Keindahan dapat diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian dari bangsa Yunani dulu. Plato menyebutkan tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles menyebutkan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga sebagai sesuatu yang menyenangkan. Keindahan dalam arti terbatas atau lebih sempit sehingga hanya menyangkut benda-benda yang ia serap dengan penglihatan yakni berupa keindahan dari bentuk atau warna. Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman astesis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Filsuf saat ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara penyerapan-penyerapan inderawi kita. Filsuf pertengahan abad Thomas Aquinos (1225-1274) bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan jika kita lihat. Jadi pengertian seluas-luasnya meliputi :
-          Keindahan seni
-          Keindahan alam
-          Keindahan moral
-          Keindahan intelektual
Nilai estetik                      
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Nilai adalah semata-mata realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah:
Nilai ekstrinsik                                    
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Arti artistik yaitu keindahan seni yang merupakan pengutaraan isi jiwa atau perasaan yang menciptakan. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah, rasa lucu,rasa sedih (tragis), dan sebagainya. Hasil karya seni mencerminkan yang membuatnya (penciptanya) dan menerangkan keindahan dalam arti artistik (seni).
Ada beberapa contoh keindahan yang dirasakan dan diciptakan oleh manusia :
1.      Keindahan alam dapat dikategorikan sebagai yang dapat dirasakan oleh manusia, karna keindahan alam dapat menimbulkan perasaan bahagia serta kepuasan dalam diri manusia tersebut, keindahan alam juga dapat menjadi tempat renungan bagi kita, dan menjadikan kita menjadi lebih tenang.
2.      Keindahan yang diciptakan manusia, dapat berupa bangunan yang eksotis lalu menjadi pusat perhatian bagi orang yang melihatnya. Dari keindahan yang dibuat oleh diri sendiri, kita akan merasa ada kebanggan tersendiri.
Dari definisi diatas manusia dan keindahan memang tidak dapat dipisahkan, sehingga diperlukan pelestarian keindahan. Keindahan bagai manusia sangat luas, seperti keanekaragaman manusia dan perkembangan tegnologi, sosial, dan budaya, serta keindahan pada alam. Karena itu keindahan dan manusia tidak dapat lepas.Untuk itu kita harus bisa saling menjaga keindahan yang sudah kita ciptakan.


Sumber : http://rusliana202.blogspot.com/2011/11/ilmu-budaya-dasar-tentang-manusia-dan.html

Rabu, 17 Oktober 2012

Tugas Ibd1 Manusia dan Cinta Kasih



MANUSIA DAN CINTA KASIH


Menurut kamus Bahasa Indonesia Cinta itu adalah rasa menyenangi, mengasihi, merasa ikut memiliki, merasa rindu, merasa ingin mengabdi dan berbakti kepada orang lain. Sedangkan kasih menurut kamus Bahasa Indonesia adalah yang dicintai, yang disayangi, rasa kasihan, menyayangi, dan mencintai.
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:
  • Kasih sayang: menghargai orang lain.
  • Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tidak dimiliki oleh banyak orang).
  • Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
  • Komitmen: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
  • Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
  • Kekerabatan: ikatan keluarga.
  • Passion: hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
  • Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
  • Kepentingan pribadi: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi, cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
  • Pelayanan: keinginan untuk membantu dan atau melayani.
Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.
Manusia adalah makhluk sosial yang artinya membutuhkan bantuan dari orang lain, serta limpahan cinta  kasih dari makhluk lainnya. Coba jika manusia itu hidup sendiri serta tidak dapat berinteraksi dengan manusia lainnya,mungkin dunia ini akan terasa membosankan dan, kebosan serta kemuakan itu mungkin akan menjadi bumerang dalam dirinya, ia akan merasakan kesepian, kesedihan, dan rasa tidak percaya diri, dan itu akan menciptakan tingkat emosional yang lebih besar di dakam dirinya.
Oleh karena itulah manusia dan cinta kasih kepada kehidupan manusia sangat di perlukan. Agar suasana lingkungan sekitar kita terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun dan damai tanpa adanya perseteruan antara dua orang atau pun diantara ras. Cinta kasih bisa kita dapatkan dari Orang tua, Saudara, Teman, Linkungan sekitar, Kekasih, Suami, Istri. Manusia yang mendapatkan cinta kasih yang berlimpah biasanya akan merasakan hidupnya lebih bahagia karna ia mendapatkan banyak limpahan kasih sayang. Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membuat manusia itu berdarah dingin dan tidak perduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya.

Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta
Sumber Gambar : http://www.google.co.id/imgres?um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1525&bih=712&tbm=isch&tbnid=3X3ZYOZwP5rc9M:&imgrefurl=http://jessiieka.blogspot.com/2012/03/manusia-dan-cinta-kasih.html&docid=xRXI_hXtR8lezM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhO5RE4XnEVOPpa4jr2DraDCPGVvGSHvSEhHG24DuHxujMx7yhVrewuQjlbgdLXcKXLTs0AFp_fEnr09Gy4fn7dwLFvm1g2B0U1Iz1B9bgCtrNb0n7utIUCNl2Nn5bP6FmJXABVEQFAat9/s1600/19337_1305102954193_1429089956_30871938_582366_n.jpg&w=446&h=407&ei=G9l-UKLdKoHVrQeEvIH4Dg&zoom=1&iact=rc&dur=8&sig=104988181885365018262&page=1&tbnh=143&tbnw=157&start=0&ndsp=28&ved=1t:429,r:5,s:0,i:80&tx=66&ty=69