Minggu, 14 Oktober 2012

Tugas ibd1 SUKU SASAK





Era Pra Sejarah tanah Lombok tidak jelas karena sampai saat ini belum ada data-data dari para ahli serta bukti yang dapat menunjang tentang masa pra sejarah tanah Lombok.Suku Sasak temasuk dalam ras tipe melayu yang konon telah tinggal di Lombok selama 2.000 tahun yang lalu dan diperkirakan telah menduduki daerah pesisir pantai sejak 4.000 tahun yang lalu, dengan demikian perdagangn antar pulau sudah aktif terjadi sejak zaman tesebut dan bersamaan dengan itu saling mempengaruhi antarbudaya juga telah menyebar.
Kata sasak sendiri diambil dari kata sak-sak yang artinya sampan, dalam kitab Negara Kertagama kata sasak menjadi satu dengan Pulau Lombok. Yakni Lombok mirah adhi. Dalam tradisi lisan warga setempat diyakini kata “sa’-saq” memiliki arti satu, dan Lombok yang menpunyai tulisan Lomboq yang memiliki arti lurus. Sehingga jika disatukan kata lomboq dan ”sa’-saq”  memiliki arti sasuatu yang lurus. Dalam salah satu kitab yang memuat tentang kekuasaan dan kepemerintahan kerajaan Majapahit,gubanan Mpu Prapacanca. Kata “lombok” dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur, “mirah” berarti permata, "sasak" berarti kenyataan dan "adi" artinya yang baik atau yang utama. Maka Lombok Mirah Sasak Adi berarti kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama.
Warga Suku Sasak mayoritas islam, namun demikian dalam kenyataanya pengaruh Islam juga berakulturasi dengan kepercayaan lokal sehingga terbentuk aliran seperti Wetu Telu,  jika dianalogikan seperti abangan di jawa.  Namun hanya 1% saja warga yang melakukan praktek agama seperti itu.
Desa Sasak paling kuno adalah Desa Bayan, berada dekat kaki Gunung Rinjani yang merupakan kubu Wektu Telu. Akan tetapi yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Desa Sade dan Desa Rembitan, di dekat Mataram. Masyarakat desa tersebut memilih mengabaikan modernisai dunia luar dan lebih memilih untuk terus melestarikan tradisi lama mereka.
Sebagian besar penduduk suku sasak adalah bertani, sementara kaum wanita adalah menenun memproduksi kain ikat yang indah.
Rumah di Sade dibangun berbaris dimana yang paling menonjol dan khas Lombok adalah lumbung padi yang didirikan di atas empat tumpukan kayu dengan atap berbentuk topi terbuat dari alang-alang atau rumput gajah. Padi dimasukkan melalui jendela terbuka. Beruga atau ruang upacara berdiri di atas enam pilar dan atapnya juga terbuat dari  rumput gajah, memberikan suasana sejuk ketika cuaca terik dan hangat pada malam hari yang dingin. Rumah adatnya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu dapur, kamar tidur dan ruang tamu.

Adat suku sasak dapat kita jumpai pada saat resepsi dimana calon pengantin wanita dilarikan ke salah satu anggota keluarga dari pihak laki-laki yang biasa disebut menarik atau selarian. Sehari setelah calon pengantin wanita dilarikan, dari pihak calon pengantin pria mendatangi kediaman calon pengantin wanita untuk memberitahukan bahwa anak perempuan mereka akan segera dinikahkan.
Tari dan drama di Lombok terkait dengan identitas budaya. Meskipun budaya Sasak dipengaruhi Bali dan Jawa tetapi perpaduan budaya di Lombok merupakan hal yang unik dan berbeda. Menarik untuk Anda amati.
Tarian selama upacara salah satunya adalah kedang belek dimana yang paling populer. Dimainkan dua musisi menggunakan drum besar saat berhadapan serta batek baris yang menampilkan prosesi militer yang biasanya diadakan di kota Lingsar. Tarian ini mengenakan kostum tentara Hindia Belanda dengan senapan kayu.
Di Bayan, setahun sekali ada perayaan masjid jerami kuno yang disebut Bayan Beleq.
Acara lain yang layak ditonton adalah Peresehan, tradisi setempat berupa perkelahian antara dua pria menggunakan tongkat rotan panjang dan perisai persegi kecil yang terbuat dari kulit sapi. Dahulu kegiatan ini merupakan peperangan sungguhan namun saat ini hanya dilakukan untuk menghibur wisatawan.
Setiap tahun, sekitar bulan Februari,diadakan perayaan Bau Nyale diadakan dengan munculnya cacing laut di sepanjang Pantai Lombok yang diyakini membawa keberuntungan dan kemakmuran.


sumber : http://www.indonesia.travel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar